Kontribusiku Bagi Indonesia: Kesadaran tentang betapa Pentingnya pendidikan

Artikel ini adalah murni karya dari awardee LPDP IPB. Kami sebarluaskan karya ini secara gratis karena banyak oknum-oknum yang memanfaatkan peluang untuk mencari keuntungan dari salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Karya ini kami sebarluaskan agar bisa menjadi amal jariyah kami, dimana bisa menginspirasi teman-teman pembaca dan membantu mendapatkan beasiswa LPDP. Jika artikel ini disebarluaskan dengan dipungut biaya, kami dan penulis tidak akan meridhoi sehingga uang yang diterima tidak barokah. Sekian dari kami terima kasih sudah berkunjung.

oleh:

Hasniar
Facebook
screenshot_312

Nama saya Hasniar, lahir di Cenrana, 24 Maret 1992. Saya terlahir dari keluarga tidak mampu, ayah saya bernama Sultan, dan ibu saya bernama Tou, saya anak ke tiga dari tiga bersaudara.  hidup dalam kesederhanaan, ayahku bekerja sebagai seorang petani, bukan petani sukses melainkan seorang petani yang menggarap lahan orang lain lalu mendapat bagi hasil, selain itu juga memelihara sapi orang lain kemudian membagi hasil. Rumahku sangatlah sederhana, berdinding kayu, dimana sebagian dinding rumahku adalah dinding kayu pemberian tetanggaku dimana dinding tersebut masih terpasang sampai sekarang.

Perekonomian keluarga saya yang lemah, membuat saya berpikir bahwa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi hanya sebatas impian, terutama saat teman-teman saling menyebutkan tentang perguruan tinggi yang akan mereka tuju, saya hanya bisa terdiam, karena saya tahu bahwa kedua orang tuaku tidak akan mampu membiayai kuliah saya. Tetapi setelah lulus SMA pihak sekolah mendaftarkan perwakilan sekolah yang berprestasi untuk mengikuti pendaftaran jalur undangan, Alhamdulillah saya adalah salah satu dari dua siswa yang lulus dalam jalur undangan tersebut. Dengan berbekal beasiswa bidik misi, saya sebagai seorang anak petani mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Saya kemudian mengikuti proses perkuliahan di Universitas Hasanuddin, pada Fakultas Pertanian dengan jurusan Teknologi Pertanian, Alhamdulillah saya menyelesaikan perkuliahan dalam waktu 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,57. Selama proses perkuliahan saya turut bergabung dalam organisasi jurusan ‘Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian, dan pernah menjadi asisten praktikum Perbengkelan Pertanian dan pernah bergabung dalam kegiatan pelatihan dasar jurnalistik “Identitas” Universitas Hasanuddin yang diadakan di Gedung LEC Athira, Bukit Baruga, dan saya berhasil masuk dalam 10 peserta terbaik dalam pelatihan tersebut.

Dalam kegiatan Tridarma Perguruan tinggi, saya melaksanakan program KKN reguler di kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, dalam kegiatan tersebut saya dapat bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat yang sebagian besar pekerjaan utama mereka adalah petani, dengan melakukan penyuluhan tentang pupuk kompos memberikan saya kesempatan untuk mengaplikasikan langsung ilmu yang saya peroleh selama proses perkuliahan. Saya pun pernah turut bergabung sebagai petugas Pencacah dalam Pendataan Pemutakhiran Basis Data Terpadu PBDT BPS Kabupaten Bone pada tahun 2015, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dimana data yang diperoleh akan digunakan sebagai dasar dalam pemberian berbagai bantuan perlindungan sosial. Seperti program simpanan keluarga sejahtera, program Indonesia pintar, serta program Indonesia Sehat, dalam kegiatan ini saya mendapat pengalaman untuk terjun ke lapangan untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, lengkap dan terkini terutama sasaran rumah tangga yang berpenghasilan rendah. Dengan program ini saya juga memiliki kesempatan untuk mensosialisasikan tentang program bidik misi pada rumah tangga dengan perekonomian lemah bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi namun tidak mampu dalam hal biaya. Dengan mendatangi setiap rumah tangga yang terdaftar sebagai kategori berpenghasilan rendah saya turut memperkenalkan tentang beasiswa bidik misi dan berbagi pengalaman bagaimana saya dapat menyelesaikan perkuliahan meskipun keluarga saya juga tergolong dalam kategori rumah tangga dengan perekonomian lemah.

Saya berharap dengan memberikan informasi kepada mereka yang kurang mampu dapat memberikan motivasi sehingga mereka yang kurang mampu akan terdorong untuk bersemangat belajar dan berprestasi dikarenakan mereka telah memiliki jalan keluar bahwa ketika mereka berprestasi mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah mereka ke jenjang perguruan tinggi. Begitupun dengan yang saya rasakan, sebagai penerima bidik misi saya terdorong untuk terus belajar, meskipun saya berasal dari keluarga tidak mampu tetapi berkat beasiswa bidik misi, saya akhirnya mampu menyelesaikan perkuliahan di jenjang perguruan tinggi. Tidak berhenti sampai di sini, saya akan terus belajar dan berusaha untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2, dengan demikian saya bisa menjadi salah satu contoh dari orang-orang yang terlahir dari keluarga tidak mampu namun dapat menempuh pendidikan dengan adanya beasiswa bidik misi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *