Sukses Terbesar dalam Hidupku Oleh Minarni

Sebelum membaca, sedikit kami berikan informasi bahwa
Artikel ini adalah murni karya dari awardee LPDP IPB. Kami sebarluaskan karya ini secara gratis karena banyak oknum-oknum yang memanfaatkan peluang untuk mencari keuntungan dari salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Karya ini kami sebarluaskan agar bisa menjadi amal jariyah kami, dimana bisa menginspirasi teman-teman pembaca dan membantu mendapatkan beasiswa LPDP. Jika artikel ini disebarluaskan dengan dipungut biaya, kami dan penulis tidak akan meridhoi sehingga uang yang diterima tidak barokah. Sekian dari kami terima kasih sudah berkunjung

Oleh
Minarni
Link Fb Penulis Disini

Menurut saya, sukses adalah sebuah pencapaian. Ketika saya menginginkan sesuatu dan memperjuangkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh, maka ketika saya mencapainya, itu adalah kesuksesan. Sesuatu yang tidak datang begitu saja.

Suatu pagi pada tahun 2011, saya diundang oleh seorang senior kakak satu kosan untuk menghadiri upacara kelulusannya. Hari itu sangat terik, namun saya dan teman saya tetap hadir. Saya pikir, ini adalah hari kebahagiaan untuknya, yang sudah hampir 7 tahun menyelesaikan S1.

Saya dan teman saya duduk di barisan paling belakang di atas ruangan balairung diantara keluarga wisudawan/wisudawati yang berwisuda pada hari itu. Saya menyimak dengan baik semua agenda pesta kelulusan itu. Hingga akhirnya, tibalah waktu pemberian cendera mata dari pihak fakultas kepada peserta wisuda yang lulus dengan predikat terbaik (cumlaude).

Betapa bahagianya orang tua mereka. Berdiri di depan semua hadirin untuk predikat kelulusan putra-putri mereka. Bulu-bulu di lengan saya berdiri. Seandainya saya mampu membuat Mak dan abang berdiri disana, Mak pasti sangat bahagia. Dan Abang akan lebih menghargai saya.

Kenapa harus abang, bukan bapak ? karena bapak saya sudah meninggal sejak saya masih kecil. Saya anak ke-3 dari 5 bersaudara, saya memilih Unja (Universitas jambi) sebagai tempat melanjutkan pendidikan saya. Karena Universitas ini adalah yang terbaik di Sumatera selain itu telah banyak juga meraih prestasi-prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional. Ya, tetapi saya tetap pada satu kesepahaman dengan yang lainnya bahwa semua Universitas/Sekolah Tinggi di Indonesia adalah sangat baik. Masalah baik atau buruknya prestasi atau kelakuan mahasiswa/i itu tergantung pribadinya masing-masing untuk mau melangkah maju atau tidak. Melalui tes PKPM (Tidak mengikuti program bimbingan belajar/intensive) saya memilih jurusan Pendidikan kimia ini bagus sekali untuk masa depan saya. Apalagi jurusan pendidikan kimia di Sumatera hanya ditemukan di Universitas jambi. Tentunya untuk mencapai itu, saya telah berusaha semaksimal mungkin belajar, berorganisasi, dan berdoa. Ya, Ora Et Labora (Bekerja sambil berdoa). Waktu yang saya punya tidak saya buang dengan percuma. Karena “Time is money and sword”. Ya, waktu itu adalah uang dan pedang. Mak wanita yang sangat super dan berarti dalam hidup saya. Mak adalah panggilan yang biasa orang Jambi tujukan untuk ibunya. Apalagi rasanya makin sulit keadaan ekonomi keluarga saya sejak ditinggal seorang bapak. Belum lagi untuk makan dan sekolah adik-adik saya. Saat liburan semester, saya membantu orangtua saya ke pasar untuk berjualan, Saya sangat ingin membuatnya berdiri disana. Berbahagia dan bersyukur memiliki saya. Saya ingin beliau yakin bahwa keputusannya memiliki saya adalah benar. Sejak saya kecil, Mak selalu menjadi penyemangat dan sosok suci bagi saya. Berjuang agar saya bisa mencicipi pendidikan terbaik semampunya.

Maka sepulang dari acara wisuda itu, saya membongkar berkas kuliah saya. Saya mencari KHS-KHS saya pada empat semester sebelumnya. Saya menghitung jumlah sks yang harus saya ambil agar bisa menyelesaikan kuliah dalam rentang waktu kurang dari 4 tahun. Selama ini saya terlalu sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler kampus dan beberapa organisasi. Saya harus menyeimbangkan hidup saya dan mendahulukan hal-hal yang penting.

Setelah saya mengkalkulasikan nilai-nilai saya dengan target nilai untuk semester-semester ke depan, saya bisa memperoleh IPK 3,56. Saya akan berusaha maksimal untuk mendapatkan nilai sempurna semester-semester mendatang. Semangat saya seolah meledak. Namun, usaha yang lakukan tidak menunjukkan hasil seperti yang saya harapkan. Ada beberapa nilai B+ untuk mata kuliah yang saya targetkan mendapatkan nilai A.

Semester salanjutnya, saya mengubah strategi. Saya mengambil mata kuliah ekstra. Berbekal nilai bagus, saya diizinkan mengambil 4 sks ekstra pada semester mendatang. Saya mengambil satu mata kuliah berat yang seharusnya dikerjakan pada semester 8. Yaitu Kuliah Kerja Nyata yang lokasinya sangat jauh dari tempat kuliah saya. Saya bagikan waktu saya di tempat kuliah dan lokasi, di lokasi KKN saya meluangkan waktu saya dengan membuat proposal untuk di ajukan sebagai tugas akhir saya kelak dan akhirnya semua berjalan dengan lancar. Waktu saya habiskan untuk bergaul karib dengan buku. Karena saya memiliki prinsip hidup yang mungkin hampir sama dengan yang lainnya. Disaat yang lain duduk, saya harus sudah berdiri. Disaat yang lain merangkak, saya harus sudah berjalan. Disaat yang lain berjalan, saya harus berlari. Dan disaat yang lain berlari, saya harus sudah terbang. Ingin menjadi pemenang harus melakukan lebih dari orang lain

Akan manis nantinya, pikir saya. Ini adalah salah satu cara membahagiakan ibu, lulus dengan IPK diatas 3,50. Saya akan membuat beliau menangis haru karena saya. Saya akan membuat beliau berdiri di depan dengan prestasi saya. Saya menempelkan kata-kata motivasi dan sebuah study plan di depan meja belajar saya. Namun, ketertarikan terhadap kegiatan kampus tak bisa saya musnahkan seketika. Dari awal masuk saya sudah aktif dalam berbagai organisasi dan disetiap kegiatan kampus saya selalu di tujuk sebagai ketua.

Dan saya juga di amanahkan sebagai ketua imki (ikatan mahasiswa pendidikan kimia). Dengan menjabat sebagai ketua banyak waktu yang saya habiskan di luar kota ikut serta dalam musyawah nasional bergabung dengan ikahimki selama 2 minggu di riau, 24 jam perjalanan dari jambi. maka saya gagal 3 sks kimia koloid dan antar  muka. Nilai C+ menempel di KHS saya. Saya menangis dan menyesali diri yang tergoda dengan kegiatan ekstrakurikuler kampus. Memang hanya beberapa orang dari angkatan saya yang berhasil menyelesaikan mata kuliah tersebut dalam satu semester, namun saya telah melanggar janji terhadap diri sendiri.

Saya kembali bangkit dan menata diri. Saya membuat perencanaan yang lebih baik, mengutamakan yang menjadi prioritas dan menepati janji pada diri sendiri. Semester selanjutnya tidak banyak kegiatan kampus. Saya memfokuskan diri mengerjakan tugas yang semakin menumpuk dengan beban berat diatas kepala. Belum lagi praktek lapangan dan memikirkan tugas akhir. Saya juga mengambil mata kuliah tambahan untuk menambal IPK. Akhirnya saya berhasil lulus 3 tahun 5 bulan, dengan predikat cumlaude. Saya memenuhi janji pada diri sendiri. Perjuangan yang terasa begitu panjang. Mengurangi waktu bermain dan tidur nyenyak di malam hari. Untuk Ibu, orang yang paling saya cintai.

Itulah kesuksesan terbesar dalam hidup saya hingga saat ini. Saya berjanji membuat Ibu bangga atas prestasi saya yang berikutnya. Memperoleh beasiswa melanjutkan master degree dan menjadi seorang pengajar adalah impian saya. Hal yang paling mendasar dari semua itu adalah menuntut ilmu adalah bagian dari ibadahku. Dengan ilmu yang baik, aku akan dapat memberikan kontribusi positif dan signifikan kepada lingkunganku, agama dan bangsaku. Sebagai umat Muhammad dan putri dari keluarga sederhana, aku bertekad menjadikan usia dan hidupku penuh kebaikan dengan ilmu yang bermanfaat agar bisa memberikan solusi-solusi terbaik untuk bangsa dan negaraku. Dan itulah arti sukses terbesar dalam hidupku, dapat memberikan sebesar-besarnya manfaat untuk sekelilingku.

 

 

 

One thought on “Sukses Terbesar dalam Hidupku Oleh Minarni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *